Tampilkan postingan dengan label tips komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips komputer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

Menambah RAM dengan Flashdisk

Random Access Memory (RAM) digunakan untuk menampung data sementara di dalam komputer. Semakin banyak aplikasi yang kita buka, maka semakin banyak pula RAM digunakan. Ada cara menambah RAM yaitu dengan memanfaatkan flashdisk (penyimpan data), dengan tambahan software (aplikasi) eBooster.exe, kita bisa menambah RAM kita tanpa harus membeli RAM yang baru.
Kita sering menggunakan komputer, karena asyiknya, kita buka Microsoft Word, kemudian Excell, PowerPoint, Access, ditambah AdobePhotoShop, CorelDraw. Kemudian kita ingin membuka Winamp untuk mendengarkan music. Tapi tiba-tiba komputer kita hang, Alias mati. Mengapa ini terjadi?
Karena kapasitas RAM-nya habis, RAM (Random Access Memory) biasa digunakan untuk menyimpan data sementara di komputer. Artinya sementara data tersebut hanya bisa dilihat di layar monitor, namun belum kita simpan ke media penyimpanan, seperti Hardisk, flashdisk, CD Room dan sebagainya.

Flashdisk Sebagai Senjata Mungil Para Hacker

PENERAPAN
Pada bagian penerapan ini, kita akan membuat sebuah scenario. Kita mengandaikan misalanya anda masuk pada sebuah warnet yang menerapkan retriksi yang ketat. Menu RUN di copot, Commandprompt di babat, bahkan notepad pun di comot. Tentunya anda akan merasa kenyamanan anda terusik akibat retriksi tersebut (masalah klasik, keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan), sehingga anda tidak dapat melakukan aktivitas hacking yang sudah anda pelajari di rumah. Jangan khawatir justru hal seperti ini patut anda jadikan motivasi dan tantangan ( hacking tanpa tantangan/masalah = BASI )dan jangan lupa bahwa anda telah membawa senjata mungil anda( flashdisk ).

Solusi flashdisk tidak bisa di eject

Flashdisk Tidak Bisa dieject / Dicabut Lewat Perintah ‘Safely Remove Hardware’
1. Setiap kali akan mencabut flashdisk, biasanya kita akan menggunakan perintah Safely Remove Hardware. Tetapi terkadang keluar pesan error Generic Volume Cannot Be Stopped yang menghambat kita untuk mencabut flashdisk kita. Kenapa bisa begitu dan bagaimana mengatasinya?
Blogger PC World mengungkapkan penyebab kenapa Windows tidak mengizinkan kita untuk mencabut flashdisk karena ada file, program atau suatu proses dari sistem yang masih bekerja pada flashdisk tersebut. Mencabutnya saat masih terjadi akses data pada flashdisk akan mengakibatkan ada beberapa file akan corrupt dan bisa membuat flashdisk menjadi rusak.

Menghilangkan (virus) Autorun.inf pada Flashdisk

Flashdisk merupakan sebuah perangkat yang banyak dipergunakan untuk berbagai kepentingan tukar-menukar data. Perangkat ini menjadi media yang praktis dan sangat ringkas untuk dibawa. Namun, flashdisk saat ini menjadi media yang paling sering digunakan sebagai penyebar virus, trojan, worm dan sejenisnya. Tak terkecuali perangkat penyimpan data lainnya termasuk MP3 player, MP4 player, Memory Card, Memory Stick, SD Card, MMC dan media penyimpan data removable lainnya yang berbasis USB.
Salah satu virus yang dapat terdeteksi langsung (baik oleh antivirus maupun secara visual) adalah virus autorun.inf. File autorun.inf ini kemungkinan besar dipergunakan oleh virus untuk mengaktifkan file-file yang dibutuhkan untuk menjalankan aksinya. Yang mengherankan adalah file autorun.inf ini berkembang sedemikian rupa sehingga sekarang sangat sulit diberantas dengan menggunakan antivirus sekalipun.
Dulu, setiap kali menemukan autorun.inf, maka dengan mudah saya bisa menghapusnya dari flashdisk. Namun, beberapa waktu kemudian file autorun.inf ini berkembang menjadi file yang tersembunyi (baca: hidden), sehingga aplikasi explorer harus selalu diaktifkan dengan mode yang dapat menampilkan file-file yang disembunyikan. Cara inipun masih cukup efektif untuk mengetahui kehadiran file autorun.inf dan sekaligus dapat dimusnahkan dengan cara dihapus dengan mudah. Belakangan, ternyata file autorun.inf ini sudah diberi kemampuan baru, yakni menjadi file “system” dan sama sekali tidak bisa dirasakan kehadirannya secara visual, bahkan oleh antivirus sekalipun.
Meskipun virus ini kasat mata, namun aksinya masih dapat dirasakan ketika flashdisk ditancapkan ke port USB, maka program akan menawarkan untuk menjalankan aplikasi pada flashdisk secara otomatis. Berarti, di dalam flashdisk tersebut telah ada file yang dapat berjalan secara otomatis.
File autorun.inf sendiri adalah file yang bisa ditulis dengan teks biasa, dan berisi informasi mengenai file apa yang harus dijalankan oleh komputer ketika sebuah media penyimpanan removable dibaca oleh komputer. Misalnya sebuah CD Multimedia Interaktif yang diberi file autorun.inf dapat berjalan secara autoplay tanpa harus diperintahkan. Rupanya kemampuan ini sekarang banyak disalahgunakan
oleh para “ahli” virus untuk melancarkan aksinya.

Mengganti Background Flashdisk

Background pada flashdisk yang normal adalah putih polos tanpa warna apapun.Kalau bosan mungkin ada yang coba menggantinya tapi
mungkin tidak bisa.Sampai mengira tidak bisa diganti padahal background flashdisk itu bisa diganti!!! dengan sangat mudah.oke tidak pake panjang lebar langsung saja caranya.
Sebenarnya ada 2 cara menggunakan notepad dan menggunakan software :

Berikut cara untuk yang menggunakan notepad (untuk memberi backgroound di luar folder atau biasa di sebut di root flashdisk):

Entri Populer

Facebook More

 
Design by Free Ngopy and Ngrokok | Bloggerized by eLPiJi - Premium Solar Minyak Tanah | Welcome to Ryan dot Blog™